Sabtu, 14 Desember 2013

Teori Pembentukkan Tata Surya (Solar System Creation)

Tata Surya merupakan suatu sistem yang terdiri atas matahari sebagai bintang pusatnya dan 8 planet yang mengitarinya.
Tata Surya berada pada salah satu titik di galaksi Bima Sakti. Proses pembentukkan tata surya hingga kini belum diketahui secara pasti, akan tetapi banyak ahli astronomi yang mencoba mengemukakan pendapatnya mengenai awal mula tata surya terbentuk. 
1. Teori Nebula
Pendapat ini dikemukakan oleh filsuf Jerman Immanuel Kant. Ia berpendapat bahwa tata surya berawal dari gumpalan kabut (nebula) di alam semesta kemudian kabut tersebut perlahan-lahan berputar. Inti kabut lama kelamaan menjadi matahari sedangkan kabut-kabut di pinggirnya membentuk planet. 

Solar System Creation
2. Teori Planetesimal
Teori ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain yaitu seorang ahli geologi Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa awal mula terbentuknya tata surya seperti sebuah kabut pijar yang didalamnya terdiri dari materi padat kemudian berhamburan yang disebut planetesimal. Setelah matahari terbentuk kemudian ada sebuah bintang mendekat dan menimbulkan gaya pasang naik pada matahari. Sebagian massa matahari tertarik ke arah bintang tadi. Ketika bintang tersebut menjauh dari matahari, massa matahari yang berhamburan akibat gaya pasang tadi berubah menjadi planet-planet.

Ilustrasi Planetesimal
3. Teori Pasang Surut Gas
Teori ini dikemukakan Jeans dan Jeffries, mirip dengan teori planetismal, yaitu pada suatu ketika sebuah bintang yang massanya hampir sama dengan matahari mendekat dan menimbulkan pasang gas. Pasang tersebut membentuk gumpalan memanjang seperti cerutu. "Cerutu" tersebut bergerak mengelilingi matahari dan pecah menjadi butiran yang lebih kecil. Butiran-butiran tersebut memadat dan akhirnya membentuk planet.
4. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh Lyttleton. Ia berpendapat bahwa dahulu matahari memiliki satu bintang yang sama. Bintang tersebut kemudian berevolusi dan menyebabkan ada materi yang terjebak pada bintang induk yaitu matahari, sisanya meledak berhamburan ke ruang angkasa dan membentuk planet.

Teori Bintang Kembar
5. Teori Protoplanet
Teori ini dikemukakan oleh Gerard P. Kuiper. Ia mengatakan bahwa tata surya berawal dari awan antar bintang (nebula) kemudian matahari terbentuk di pusatnya. Kabut-kabut di pinggiran matahari kemudian berevolusi membentuk protoplanet. Protoplanet ini kemudian berkembang menjadi sebuah planet.

Nebula di Alam Semesta

Sumber dan Gambar:
BSE Geografi SMA Kelas X
Baca SelengkapnyaTeori Pembentukkan Tata Surya (Solar System Creation)

Rabu, 11 Desember 2013

Perubahan Iklim atau Global Warming (Climate Change)

Ketika kamu memikirkan tentang perubahan iklim,
pernahkah kamu membayangkan bagaimana hal tersebut bisa terjadi?. Di berbagai berita sering disebut tentang isu-isu perubahan iklim. Apakah kamu merasakan perubahan iklim tersebut?Curah  hujan kini tidak teratur, udara yang semakin panas, es yang mencair di kutub merupakan salah satu indikasi adanya penyimpangan cuaca dan iklim.Berbicara tentang perubahan iklim tentunya tidak akan lepas dari yang namanya efek rumah kaca dan global warming. Efek rumah kaca adalah suatu efek alami yang mengakibatkan permukaan bumi menjadi hangat dan menunjang terhadap kehidupan mahluk di atasnya. Sedangkan global warming adalah peningkatan suhu harian permukaan bumi secara teratur dalam waktu lama dan melingkupi wilayah yang luas. Perubahan iklim adalah suatu gejala perubahan cuaca karena meningkatnya kadar CO2 di atmosfer. Efek rumah kaca sebetulnya adalah sesuatu yang normal dan dibutuhkan oleh bumi, akan tetapi akhir-akhir ini setelah era industri, jumlah CO2 di atmosfer semakin meningkat karena berbagai aktivitas manusia sehingga kondisi efek rumah kaca tidak normal lagi.


Perubahan Iklim

Faktor Alami Perubahan Iklim
Kehilangan Daya Albedo/Pantulan
Es putih di kutub berfungsi untuk memantulkan kembali sebagian besar panas matahari ke angkasa. Ketika es mencair maka air di lautan yang berwarna lebih gelap akan menyerap panas matahari dan membuat permukaan bumi menjadi hangat.
Penurunan Aktivitas Gunung Api
Awan dan Debu yang dihasilkan gunung api ketika erupsi akan mencapai atmosfer dan menjadi tameng terhadap panas matahari. Erupsi gunung api tahun 1815 tercatat merupakan yang paling besar sepanjang sejarah manusia dan mengakibatkan tahun 1816 dikenal sebagi tahun tanpa musim panas.
Perubahan Aktivitas Matahari
Aktivitas matahari yang berubah-rubah dapat mengakibatkan perubahan iklim di bumi.  Matahari sesekali menghasilkan aktivitas seperti badai matahari, sunspot dan lainnya. Hal tersebut ternyata memiliki dampak terhadap bumi.

Faktor manusia
Pembakaran Energi Fosil
Minyak, batubara dan gas yang diubah menjadi energi seperti listrik dan lainnya akan menghasilkan sampah berupa gas C02 di atmosfer. 
Asap Kendaraan
Hasil pembakaran kendaraan yang menggunakan energi fosil akan menghasilkan gas efek rumah kaca seperti CO2, CO dan lainnya.
Pembukaan Lahan
Di berbagai kawasan hutan di dunia seringkali manusia membuka lahan dengan membakar hutan. Ketika hutan terbakar, maka akan menghasilkan gas CO2. 
Peternakan Hewan
Jutaan hewan ternak seperti sapi, domba dan babi tersebar di penjuru bumi. Hewan-hewan tersebut menghasilkan gas metan  secara alami, dan menghasilkan 13% dari total gas efek rumah kaca. 

Hewan menghasilkan gas rumah kaca


Sumber dan Gambar:
Baca SelengkapnyaPerubahan Iklim atau Global Warming (Climate Change)

Selasa, 10 Desember 2013

Keanekaragaman Anggrek (Orchid) Indonesia

Anggrek atau dalam bahasa inggris orchid merupakan salah satu tanaman khas Indonesia. Anggrek merupakan jenis tumbuhan berbunga dengan jumlah suku terbanyak di dunia. Anggrek dapat tumbuh mulai dari iklim tropis hingga subtropis.
Anggrek kebanyakan hidup sebagai tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lain sebagai tempat hidupnya). Di Indonesia, terdapat 29 jenis anggrek yang dilindungi oleh PP no 7 tahun 1999. Indonesia merupakan negara dengan jumlah biodiversitas anggrek terbesar kedua setelah Brazil. Dari sekitar 26 ribu spesies anggrek di dunia, lebih dari 5 ribu spesies terdapat di Indonesia. Anggrek merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan dan dijual untuk keperluan penghias rumah. Hingga saat ini LIPI sudah melakukan penelitian di berbagai daerah di Indonesia untuk meneliti spesies-spesies anggrek baru yang belum ditemukan. Ada beberapa anggrek yang termasuk endemik atau hanya tumbuh di Indonesia saja seperti Anggrek Hitam dan Anggrek Raksasa Irian. Berikut ini beberapa gambar spesies tanaman anggrek Indonesia yang sangat indah

Anggrek Hitam



Anggrek Ungu
Anggrek Bulan Raksasa
Anggrek Bulan Bintang
Anggrek Bulan
Anggrek Larat
Anggrek Kebutan
Anggrek Jingga
Anggrek Karawai
Anggrek Meratus

Sumber dan Gambar:
Baca SelengkapnyaKeanekaragaman Anggrek (Orchid) Indonesia

Selasa, 03 Desember 2013

Faktor Kepadatan Penduduk

Penduduk adalah seseorang yang bermukim pada suatu wilayah dalam waktu yang realtif lama. Setiap orang memiliki kriteria tersendiri untuk memilih lokasi tempat tinggalnya.
Di Indonesia misalnya, penyebaran penduduk lebih terpusat di kota besar khususnya di Jawa. Mengapa bisa terjadi demikian?Penyebaran penduduk di atas permukaan bumi dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya
1. Faktor fisiografis wilayah
Kenampakan fisik suatu wilayah sangat memengaruhi terhadap kepadatan penduduk. Setiap orang pasti akan memilih daerah yang memiliki sumber air yang baik, daerahnya datar, tanahnya subur dan lainnya.Selain itu kondisi cuaca dan iklim juga sangat memengaruhi aglomerasi penduduk. Daerah yang cuacanya hangat dan anomalinya relatif stabil lebih memungkinkan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.
2. Faktor sosial budaya
Perubahan pola fikir masyarakat mengakibatkan berkembangnya kondisi fisik suatu wilayah. Hal tersebut akan menjadi magnet bagi masyarakat di luar untuk datang dan mengadu nasib di wilayah tersebut. 
3. Faktor ekonomi
Daerah yang pembangunannya sangat pesat akan menarik kaum urban untuk datang dan berkerja disana. Berbagai peluang kerja yang banyak akhirnya mendorong kepadatan penduduk di kota besar seperti Jakarta.
4. Faktor biologis
Tingkat pertumbuhan penduduk suatu wilayah berbeda beda. Angka fertilitas yang tinggi dibanding mortalitas akan membuat suatu wilayah semakin padat. 
5. Faktor kesalahan tata ruang kota
Pembangunan saat ini lebih mengarah pada urban oriented dibanding rural oriented, sehingga pertumbuhan penduduk lebih besar di kota besar, sedangkan wilayah pedesaan menjadi tidak berkembang. Ha tersebut berdampak pada arus urbanisasi yang besar dan desa menjadi kekurangan penduduk.

Kepadatan Penduduk Jakarta




Sumber dan Gambar:

BSE Geografi SMA kelas XI
Baca SelengkapnyaFaktor Kepadatan Penduduk

Senin, 02 Desember 2013

Silabus Geografi SMA/MA Kurikulum 2013

Setelah saya searching di internet, akhirnya ketemu juga silabus geografi SMA untuk kurikulum 2013. Kurikulum 2013 memang agak sedikit berbeda dengan kurikulum KTSP, dimana kalau dahulu guru membuat silabus sendiri, sedangakan sekarang silabus disediakan langsung dari pusat (katanya).
Jujur, saya masih nyaman menggunakan KTSP karena dahulu pernah ikut bintek KTSP dari Kemdikbud jadi tahu alur prosesnya dari standar isi hingga evaluasi.



Menurut saya isinya tidak jauh berbeda dengan KTSP hanya ada tambahan materi saja seperti mitigasi bencana. Selain itu kata kerja operasional dalam silabus 2013 ini tidak menggunakan kata kerja taksonomi Bloom, saya tidak tahu taksonomi model baru apa lagi pada kurikulum 2013 ini. Tanpa panjang lebar lagi, silahkan dicek dibawah ini. Semoga bermanfaat.


Sumber dan Gambar:
Baca SelengkapnyaSilabus Geografi SMA/MA Kurikulum 2013

Minggu, 01 Desember 2013

Tahap Perkembangan Kota

Kota sebagai suatu perwujudan aktivitas manusia senantiasa mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Suatu kota berawal dari komunitas kecil yang lama kelamaan berkembang menjadi sebuah komunitas besar.
Lewis Munford mengklasifikasikan perkembangan kota dari segi fisik dan budayanya ke dalam enam tahap yaitu:
1. Eopolis
Tahap ini merupakan awal pembentukkan benih sebuah kota yang dicirikan dengan adanya perkampungan. Kegiatan masyarkat pada tahap ini masih terfokus  pada sektor pertanian, pertambangan, perkebunan dan perikanan.
2. Polis
Tahap ini dicirikan dengan munculnya pasar di tengah perkampungan serta mulai berdirinya industri kecil. Pengaruh industri pada tahap ini masih belum begitu besar.
3. Metropolis
Tahap ini kenampakan struktur ruang kota sudah berkembang cukup besar. Pengaruh kota sudah terasa hingga daerah sekitarnya sehingga banyak ditemukan kota satelit atau daerah penyokong kota utama. 
4. Megalopolis
Tahap ini dicirkan dengan perilaku manusia di atasnya yang hanya berorientasi materi. Sistem birokrasi yang buruk dan standarisasi produk lebih dipentingkan pada tahap ini. Contoh tahap ini adalah Kota Paris pada abad ke 18, New York pada awal abad ke 20.
5. Tiranopolis
Tahap ini merupakan awal kehancuran suatu kota. Kondisi perdagangan mulai menurun secara signifikan.
6. Nekropolis
Tahap ini disebut juga the city of dead, yaitu kehancurna total kota karena berbagai faktor seperti kelaparan, perang, bencana atau sistem tata kota yang buruk. Kenyamanan sudah tidak ditemukan pada kota seperti ini.

Kota Modern
Sumber dan Gambar:
Geografi SMA kelas XII. Yudisthira.
BSE Geografi kelas XII
Baca SelengkapnyaTahap Perkembangan Kota

Kamis, 28 November 2013

Menghitung Proyeksi Penduduk

Jumlah penduduk pada suatu wilayah atau negara pasti berubah seiring berjalannya waktu. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kelahiran, kematian dna migrasi. Untuk meramalkan jumlah penduduk di masa yang akan datang maka dibuatlah rumus proyeksi penduduk.
Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk di masa yang akan datang berdasarkan asumsi perkembangan kelahiran, kematian dan migrasi. Di Indonesia data penduduk yang dipakai dan dipercaya untuk keperluan proyeksi berasal dari sensus penduduk yang diselenggarakan pada tahun yang berahir "0" dan survey antar sensus yang berakhir "5". Proyeksi ini digunakan untuk kepentingan pembangunan seperti perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang. Perencanaan pembangunan tersebut dapat berupa fasilitas pendidikan, kesehatan, perumahan, lapangan kerja dan lainnya.

Add caption

Dalam demografi, dikenal beberapa rumus untuk menghitung proyeksi penduduk, salah satunya adalah rumus proyeksi penduduk geometris. Rumus proyeksi geometris adalah sebagai berikut:

Keterangan:
Pn = penduduk pada tahun n
Po = penduduk pada tahun awal
1 = angka konstanta
r = angka pertumbuhan penduduk (dalam persen)
n = jumlah rentang tahun dari awal hingga tahun n

Contoh soal :

Misalkan pada tahun 2000 jumlah penduduk indonesia tercatat 20 juta jiwa. Tingkat pertumbuhan penduduk per tahun adalah 2 %. Berapakah proyeksi penduduk Indonesia pada tahun 2004?
Pn = Po ( 1 + r )n
                 = 20 juta ( 1 + 2% )4
                 = 20 juta ( 1 + 0,02 )4
                 = 20 juta ( 1,02)4
                 = 20 juta ( 1,0824322)
                 = 21.648.644 juta
Jadi poyeksi penduduk Indonesia untuk tahun 2004,dengan tingkat pertumbuhan penduduk 2% pertahun,adalah 21,6 juta jiwa.
 
Sumber dan Gambar:
BSE Geografi SMA kelas XI
Baca SelengkapnyaMenghitung Proyeksi Penduduk

Senin, 25 November 2013

Menghitung Angka Kelahiran dan Angka Kematian

Kelahiran dan kematian penduduk merupakan suatu hal alami yang terjadi dalam kehidupan. Tingkat pertumbuhan kelahiran da kematian dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Dalam ilmu kependudukan, untuk menghitung angka kelahiran kasar dan kematian kasar dapat digunakan rumus berikut.


Grafik Demografi Semarang
Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)/ CBR
Angka kelahiran kasar menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 penduduk tiap tahun. Rumus CBR adalah

CBR = B x 1000
         P

Keterangan:
B = jumlah kelahiran dalam tahun tertentu
P = total penduduk pada pertengahan tahun
1000 = angka konstanta

Contoh soal:
Berdsarakan sensus 2010 di Jabar terdapat jumlah penduduk 25 juta jiwa dan banyaknya bayi yang lahir hidup dalam setahun adalah 500.000 jiwa. Berapakah CBR Jabar?

CBR = 500.000       x 1000
         25.000.000
= 20 bayi tiap 1000 wanita

Angka kematian kasar (Crude Death Rate)/ CDR
Angka kematian kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian per 1000 penduduk setiap tahun. Rumus CDR adalah
CBR = D  x 1000
         P

Keterangan:
B = jumlah kematian dalam tahun tertentu
P = total penduduk pada pertengahan tahun
1000 = angka konstanta

Contoh soal:
Berdsarakan sensus 2010 di Jateng terdapat jumlah penduduk 20 juta jiwa dan banyaknya bayi yang lahir hidup dalam setahun adalah 500.000 jiwa. Berapakah CDR Jateng?

CBR = 500.000       x 1000
         20.000.000
= 25 bayi tiap 1000 penduduk


Sumber dan Gambar:
BSE Geografi kelas XI
Baca SelengkapnyaMenghitung Angka Kelahiran dan Angka Kematian

Minggu, 24 November 2013

Perbedaan Geosentris dan Heliosentris

Sejak lama manusia mempelajari tentang peredaran benda-benda langit di alam semesta ini. Sudah banyak ahli-ahli astronomi mengemukakan pendapatnya mengenai hukum-hukum yang berlaku tentang benda-benda langit. S
ampai saat ini terdapat 2 pandangan utama yang menjadi pusat perhatian dan masih diperdebatkan mengenai konsep peredaran benda langit yaitu pandangan geosentris dan heliosentris.

Geosentris
Pandangan geosentris memandang bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta atau tata surya. Pandangan ini berkembang pada sekitar 600 tahun sebelum masehi. Geosentris diyakini oleh beberapa filsuf seperti Amaximandaros, Aristoteles, Hipparchus dan puncaknya yaitu Ptolomeus yang membuat peta benda langit dalam buku Almagest. Ia berpandangan bahwa bumi adalah diam dan benda langit lain bergerak mengitari bumi berdasarkan pengamatan matahari yang terbit dari timur dan tenggelam di barat. Paham tersebut disetujui oleh beberapa kalangan pada masa itu.

Konsep Geosentris
Heliosentris
Pandangan heliosentris memandang bahwa matahari adalah pusat peredaran benda langit. Teori ini dipopulerkan oleh Nicolas Copernicus, seorang astronom asal Polandia. Heliosentris meyakini bahwa matahari adalah pusat tata surya dan benda langit lain berputar mengelilingi matahari. Pengakuan pandangan ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Galileo alilei tentnag mekanika gerak planet dan yang terakhir Johannes Kepler menghasilkan 3 hukum kepler yang berkaitan dengan peredaran planet di tata surya.
 
Konsep Heliosentris
Hingga saat ini perdebatan mengenai teori tersebut masih panas. Semua berpedoman pada pola pikir masing-masing individu. Ada yang mengutarakan bahwa geosentris adalah yang paling benar karena berdasarkan Al Quran bumi adalah satu-satunya planet yang didiami oleh mahluk hidup termasuk manusia sebagai khalifahnya. Jadi pusat semua aktivitas adalah bumi. Semua teori memiliki dasar masing-masing dan pembenaran atas hal tersebut dibalikan lagi kepada pandangan masing-masing pembaca. Semoga bermanfaat.

Sumber dan Gambar:
Baca SelengkapnyaPerbedaan Geosentris dan Heliosentris

Selasa, 19 November 2013

Black Hole,,,Seperti Apa Wujudnya Di Alam Semesta?

Pernahkah kalian mendengar istilah Black Hole atau Lubang Hitam?Lalu seperti apa bentuknya dan bagaimana pembentukkannya?Apakah benar Black Hole itu warnanya hitam?Matahari bukanlah merupakan salah satu bintang di jagad raya ini dan bintang memiliki massa dan energi yang nantinya akan habis/mati jika sudah kehilangan energinya.
Nah, bintang yang mati itulah yang nantinya berpotensi menjadi sebuah Black Hole. Black Hole dapat dikatakan sebagai vacum cleaner raksasa di alam raya dan kita tidak bisa melihat wujud dari sebuah Balck Hole?Gaib donk kalau begitu?hhaaa..

Black Hole Form

Black Hole dapat menarik semua macam materi mulai dari materi terkecil hingga cahaya dapat terperangkap di dalamnya. Black Hole mulai diteliti dari tahun 1700an sebelum Einstein mempopulerkan hal tersebut melalui teori Relativitasnya. Para astronom tidak bisa melihat wujud sebenarnya dari Black Hole akan tetapi mereka percaya efek dari materi tersebut ada di alam raya.
Bagaimana awal terbentuknya Black Hole?
Black Hole terbentuk dari bintang yang memasuki akhir masa hidupnya. Bintang  seperti matahari terbentuk dari white dwarf atau bintang kerdil. Kemudian bintang bermassa medium mengakhiri hidupnya sebagai neutron star. Sedangkan bintagn besar di akhir hayatnya akan menjadi Black Hole. Itulah siklus singkat dari sebuah bintang di alam raya menurut para astronom. Percaya ga percaya silahkan teliti sendiri.

Ilustrasi Black Hole
Black Hole merupakan penghancuran sendiri (self destruction) dari bintang  dan menghasilkan nilai volume 0. Analoginya jika kamu memasukan sebuah sendok ke dalam blackhole maka massa sendok tersebut di black hole akan bertambah jutaan kali lipat karena gravitasi yang superbesar dengan kerapatan tak terbatas. Para astronom percaya bahwa supermasive black hole terdapat di salah satu ruang dalam galaksi Bima Sakti ini. Itulah sedikit pengenalan mengenai Black Hole, semoga bermanfaat. Mohon maaf bila ada kesalahan.

Sumber dan Gambar:

Baca SelengkapnyaBlack Hole,,,Seperti Apa Wujudnya Di Alam Semesta?

Rabu, 06 November 2013

Konsep Globalisasi dan Ancaman Bagi Indonesia

Saat ini masyarakat kita tentunya sudah sering mendengar kata "globalisasi" baik di media cetak atau media elektronik. Masyarakat awam mungkin akan mengartikan secara sempit globalisasi dengan kebebasan di berbagai bidang.
Globalisasi ini mulai diperkenalkan ke ranah publik dunia setelah berakhirnya Perang Dingin. Globalisasi menjadi multiinterpretasi dan artinya masih menarik untuk diperdebatkan saat ini. Globalisasi sering dikaitkan dengan semakin intensnya arus interaksi manusia secara ekonomi, politik dan sosial budaya melalui kecepatan teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam kenyataannya saat ini globalisasi lebih mengarah kepada neoliberalisme dan menjadi senjata negara-negara maju untuk memperluas hegemoni dan mengukuhkan kekuasaannya di dunia. Sebetulnya konsep globalisasi ini menjadi blue print idelogi negara maju untuk menguasai dunia di berbagai sektor kehidupan. Lantas bagaimana sikap Indonesia tentang globalisasi tersebut?

Globalisasi Market
Indonesia sampai saat ini belum memiliki pandangan yang jelas dan tangguh untuk menghadapi arus globalisasi ini. Tanpa ideologi yang kokoh, globalisasi akan menjadi ancaman bagi kedaulatan NKRI. Pancasila sebagai ideologi Indonesia belum dilaksanakan secara konkret, padahal Pancasila merupakan konsep yang utuh dan memiliki tameng yang luar biasa bagi kemakmuran NKRI. Kenyataannya saat ini Indonesai menjadi sasaran misil-misil ekonomi, politik dan budaya negara-negara maju. Seharusnya Indonesia mampu  tampil sebagai negara yang aktif berproduksi di dunia. Lihatlah negara-negara dengan ideologi yang kuat seperti Iran, Russia, China, mereka menjadi negara yang kuat dan tidak takut akan serbuan produk-produk negara maju. Indonesia dengan potensi sumberdaya alam dan penduduknya adalah kekuatan yang mahadahsyat jika dipadukan dengan Pancasila. Globalisasi saat ini dinilai melemahkan semangat kebangsaan Indonesia di berbagai segi. Maka dari itu mari kita hayati Pancasila yang telah susah paya dipikirkan, dianalisis, dan dikembangkan oleh para pendiri negara ini demi terwujudunya NKRI yang kuat, tangguh, makmur dan siap melawan arus globalisasi.


Sumber dan gambar:
Catatan Seminar IGI Banjarmasin 2013

Baca SelengkapnyaKonsep Globalisasi dan Ancaman Bagi Indonesia

Sabtu, 02 November 2013

Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif


Ketika kamu membuat makalah/riset/penelitian tentunya pasti akan memilih jenis penelitiannya apakah kuantitatif atau kualitatif.
Jika kamu ingin menjadi ahli di bidang riset maka kmu harus menguasai sistematika/perbedaan kedua jenis penelitian ini. Saat ini banyak sekali mahasiswa yang tidak memahami secara utuh tentang konsep dasar penelitian ini, akhirnya banyak yang penelitiannya tidak jelas, ngawur kemana-mana, salah judul dan lainnya.
Maka dari itu saran saya yang sedang dan akan menyusun skripsi, coba anda baca berulang-ulang tentang metode penelitian, karena itu adalah fondasi dasar dari riset. Soal isi, kajian teoretis, analisa, itu mah urusan gampang jika data sudah terkumpul dari responden/sampel. 


Oke, lanjut lagi kali ini saya hanya akan memberikan gambaran sedikit perbedaan mengenai penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tujuan inti dari penelitian kuantitatif pada dasarnya adalah menguji suatu teori/mengembangkan suatu teori. Sedangkan penelitian kualitatif adalah mencoba mengkonstruksi/membangun suatu teori dari fakta yang terjadi di masyarakat. Intinya kalau kamu mengambil penelitian dengan metode kuantitatif nantinya kamu akan berurusan dengan namanya data-data numerik seperti angka, statistik dan lainnya. Nah nantinya kesimpulan diambil dari data tersebut. Kalau penelitian kualitatif kamu akan mengeksplore dan mendalami tentang fenomena yang terjadi pada masyarakat. Artinya kamu nanti tidak akan berurusan dengan angka-angka statistik, namun data yang kamu akan terima adalah uraian/kualitatif dari sifat masyarakat tersebut. Sejauhmana kedalaman uraian kualitatifnya?Ya itu tergantung kepekaan dan kejelian kamu mengorek secara dalam tentang fenomena yang ada. Jika dibuat perbandingan, maka perbedaan gaya kedua penelitian tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini


Itulah sedikit pengenalan mengenai penelitian kuantitatif dan kualitatif, semoga bermanfaat. 

Sumber dan gambar:
Baca SelengkapnyaPerbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Selasa, 29 Oktober 2013

Belajar Tenses

Tenses merupakan bagian materi bahasa inggris yang mutlak harus dikuasai. Inti dari tenses adalah WAKTU, jadi kapan kejadian tersebut terjadi, DAHULU, SEKARANG atau YANG AKAN DATANG.
Masalah  yang sering muncul adalah bagaimana menghapal jumlah tenses yang banyak yaitu 16 buah. Kali ini saya aka coba merangkung 16 tenses tersebut supaya mudah dipahami



Urutan tenses adalah sebagai berikut:
1. Simple
2. Continuous
3. Perfect
4. Perfect Continous

Jika kamu sering lihat di buku pelajaran atau lainnya mengenai rumus tenses, kali ini saya akan memberikan kata kunci untuk tiap jenis tenses yaitu:

Present: Kata kerja bentuk 1 (Verb 1)
Past :Kata kerja bentuk 2 (Verb 2)
Perfect : Kata kerja bentuk 3, tapi didepannya pasti didahului oleh HAVE, HAS atau HAD
Future: Kata kerja bentuk 1, tapi didepannya pasti didahului SHALL/WILL, WOULD/SHOULD
Continuous : Kata kerja bentuk Ing (gerund), namun didepannya pasti didahului "to be" : IS, AM, ARE, WERE, WAS, BE dan BEEN

Rumus umum semua tenses adalah
1. Simple Present Tense: S+V1+O
2. Present Continuous Tense: S+is,am,are+V Ing+O
3. Present Perfect Tense: S+Have/Has+O
4. Present Perfect Continuous Tense: S+Have/Has+been+V Ing+O
5. Simple Past Tense: S+V2+O
6. Past Continuous Tense: S+was/were+V Ing+O
7. Past Perfect Tense: S+ Had+V3+O
8. Past Perfect Continuous Tense: S+Had+been+V Ing+O
9. Simple Future Tense: S+will+V1+O
10. Future Continuous Tense:S+will+be+V Ing+O
11. Future Perfect Tense: S+will+Have+V3+O
12. Future Perfect Continuous Tense: S+will+Have+been+V Ing+O
13. Simple Past Future Tense: S+would+V1+O
14. Past Future Continuous Tense: S+would+be+V Ing+O
15. Past Future Perfect Tense: S+would+have+V3+O
16. Past Future Perfect Continuous Tense: S+would+have+been+V Ing+O

Penerapan sederhana dalam kalimat sebagai berikut:

1. Simple Present Tense:I study Geography
2. Present Continuous Tense: I am studying Geography
3. Present Perfect Tense: I Have studied Geography
4. Present Perfect Continuous Tense: I have been studying Geography
5. Simple Past Tense: I studied Geography
6. Past Continuous Tese: I was studying Geography
7. Past Perfect Tense: I had studied Geography
8. Past Perfect Continuous Tense: I had been studying Geography
9. Simple Future Tense: I will study Geography
10. Future Continuous Tense:I will be studying Geography
11. Future Perfect Tense: I will have studied Geography
12. Future Perfect Continuous Tense: I will have been studying Geography
13. Simple Past Future Tense: I would studied Geography
14. Past Future Continuous Tense: I would be studying Geography
15. Past Future Perfect Tense: I would have studied Geography
16. Past Future Perfect Continuous Tense: I would have been studying Geography

Itu adalah contoh sederhana, ingat bahawa kata kerja ada yang beraturan dan tidak beraturan, jadi kamu harus menguasai jenis kata tersebut agar tidak terjebak contoh bentuk ke 2 dari "eat" adalah "ate". 

Sumber dan Gambar:
disini
Kata Kerja Bentuk III, namun di depannya pasti ada have, has, atau had - See more at: http://www.belajarbahasainggrisyuk.com/mengenal-jenis-tenses-bahasa-inggris-yuk/#sthash.7qjVF3A6.dpuf
Kata Kerja Bentuk III, namun di depannya pasti ada have, has, atau had - See more at: http://www.belajarbahasainggrisyuk.com/mengenal-jenis-tenses-bahasa-inggris-yuk/#sthash.7qjVF3A6.dpuf
Baca SelengkapnyaBelajar Tenses

Minggu, 27 Oktober 2013

Apa itu Region?

Geografi tidak lepas dari apa yang dikatakan dengan "ruang". Seperti apa sih batasan tentang ruang dalm geografi? Dalam geografi terdapat istilah region (wilayah). Menurut R. E Dickinson "A region is an art whose physical conditions are homogeneous" (Wilayah adalah suatu tempat yang memiliki struktur homogen).
Sedangkan menurut UU no 47 tahun 1997, wilayah didefiniskan sebagai ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait di dalamnya yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan aspek fungsional.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa wilayah adalah bagian di permukaan bumi yang dibatasi oleh kenampakan tertentu yang khas. Misalnya, wilayah perkotaan beda dengan wilayah pedesaan, wilayah pantai beda dengan wilayah hutan, wilayah kutub beda dengan wilayah tropis.



Dalam geografi, wilayah dapat dibedakan berdasarkan unsur fisiknya seperti wilayah geologi, wilayah iklim, wilayah vegetasi dan lainnya. Selain itu wilayah dapat dibedakan berdasarkan unsur sosial budaya seperti wilayah ekonomi, wilayah politik, wilayah sejarah dan lainnya.
Itulah sedikit pengenalan mengenai definisi region. Untuk memahami lebih jauh mengenai konsep region, coba kalian tuliskan perbedaan wilayah tempat tinggalmu dengan daerah yang lainnya dari segi kondisi tanah, batas wilayahnya, jumlah penduduknya atau aspek lainnya yang menurut kamu bisa dibedakan. Selamat mencoba

Sumber dan Gambar;
BSE Geografi kelas XII
Baca SelengkapnyaApa itu Region?

Selasa, 22 Oktober 2013

Kilasan Sejarah Perkembangan Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik permukaan bumi dan interaksi aspek-aspek di dalamnya. Dalam perkembangannya, geografi telah mengalami berbagai macam perubahan arti, aliran dan tujuan praktisnya.
Seabab sebelum Masehi pengetahuan geografi masih berpatokan pada astronomi dan matematika. Para filsuf Yunani berlomba-lomba memecahakan fenomena-fenomena langit dengan metode-metode mereka sendiri. Isitilah geografi mulai diperkenalkan oleh Erasthostenes dengan nama geographica (gambaran tentang bumi). Setelah itu pada zama renaissance di Eropa setelah para pelaut berlayar mengarungi lautan mencari wilayah baru, definisi geografi berubah menjadi ilmu yang mempelajari  fenomena di atmosfer, litosfer dan hidrosfer. Setelah era renaissance, mulailah berkembang ahli geografi modern yang dipelopori Immanuel Kant (1724-1804) yang mendefiniskan geografi sebagai ilmu yang mempelajari fakta seputar fenomena di permukaan bumi yang berasosiasi dengan ruang.
Pada masa yang hampir bersamaan Alexander Von Humbolt mempertegas definisi geografi dengan menambahkan aspek manusia dalam interaksinya dengan alam. Di awal abad 19 geografi lebih memfokuskan untuk menganalisa keterkaitan penyebaran flora fauna dan iklim pada suatu wilayah. Di tahun 1965 Wrigley mengemukakan bahwa geografi berpusat pada ilmu yang berguna untuk memecahkan masalah-masalah interaksi manusia dengan lingkungannya. Dalam perkembangannya tersebut beberapa mahzab diperdebatkan oleh beberapa ahli geografi di luar negeri seperti paham fisis determinis dan possibilism. Fisis determinis berpendapat bahwa manusia dikendalikan oleh alam sementara possibilism berpendapat manusia mengendalikan alam. Selain itu ada lagi pandangan geografi ortodoks dan geografi terpadu milik Peter Hagget. 


Lantas bagaimana perkembangan ahli geografi di Indonesia?
Ada 2 pelopor ahli geografi di Indonesia yaitu R. Bintarto dan Surastopo Hadisumarno. Mereka merupakan founding father geograf Indonesia yang mendorong kita agar tidak terlalu berpatokan pada mahzab-mahzab yang berkembang di luar negeri. Mereka lebih menekankan geografi agar menganalisa fenomena geosfer dari sisi keruangan, ekologi dan regional. Ketiga pendekatan tersebut adalah satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan . Jadi kalau anda ahli geografi maka ketika anda menganalisa fenomena dalam suatu wilayah pastinya ketiga pendekatan tersebut digunakan. Itulah sedikit cerita tentang perkembangan geografi di dunia dan Indonesia. Saat ini geografi semakin dimanjakan dengan teknologi GIS (Geographic Information System) yang mempermudah manusia memahami dan menganalisa fenomena di permukaan bumi.
Berminat menjadi ahli geografi?

Sumber dan Gambar:
Muh Dimyati. Peranan Geografi Dalam Penataan Ruang di Indonesia
Baca SelengkapnyaKilasan Sejarah Perkembangan Geografi